PPW part 2 – Color Harmony

Intro

Continuing from PPW part 1, in this post we talk about Color Harmony. If you haven’t read it, click here!

Color Harmonies

Quick recap from PPW part 1 :

Didasarkan dari konsep color wheel, didevelop teori lain yang namanya color harmony. Color harmony adalah teori dari pencampuran warna dimana hasilnya terlihat aesthetically pleasing. Kombinasi ini menghasilkan kontras dan kompabilitas yang menarik. Mangkanya disebut “harmoni”.

Keharmonisan ini adalah alasan kenapa superhero yang bisa berubah besar dan hijau, celananya warna ungu (di versi komik original), ato manusia laba laba seragamnya merah ama biru. I dare to say every color matching decision dasarnya yo harmoni ini. And this is why kita sebagai seniman kudu banget ngerti konsep warna.

Color harmoni ini bisa membantu dalam bikin aestethicaly pleasing IG account. coba peratiin influencer2 favoritmu, biasanya warna feednya khas kan? Aestetik gak cuman kombinasi warna sih, but you have to start somewhere.

Jadi ada jenis apa aja tuh?

Monochromatic

Monochromatic

Monochromatic adalah skema warna yang dasarnya cuma 1 HUE aja. dikombinasi sama variasi saturasi dan lightness. selalu ada warna hitam dan putih.

Hasil akhirnya jadi elegan dan nyaman di mata, even kalo pake warna agresif. gak akan ada warna yang tabrakan. Kelemahannya: susah pilih warna buat accent sama highlight

Analoguous

Ini adalah skema warna yang pakai warna-warna tetangga langsung dari warna utama. Biasanya sih matching, trus buat design yang tenang en nyaman dimata.

Skema warna macam ini mesti pinter gabungin saturation sama lightness antar warna. Keliatan monotone.

Complimentry

Color harmony basic. Pake warna yang berseberangan dengan warna utama. Kalo diaplikasi jadinya high contrast. Bikin design keliatan vibrant apalagi kalo saturationnya full. Namun kalo gak diatur dengan baik, bikin cape mata.

Ini skema paling umum dipakai. Jangan dipake buat tulisan, kasihani mata audience mu.

Split Complimentary

Variasi dari complimentary. Skema ini pake 2 warna yang tetanggan sama warna “seberang” warna utama (bacanya pelan2 syob). Hasilnya: kontras yang mirip, tp gak se-intense skema complimentary .

Skema ini gampang dipake, dan susah dibikin salah bikin. Therefore cocok buat noob.

Triadic

Pakai 3 warna yang jaraknya sama di color wheel. Hasilnya: karya senimu selalu keliatan penuh warna, even ketika saturasinya irit.

Buat bikin kombinasi warna ni sukses, pilih satu warna buat warna utama, sisa 2 warna lainnya dibuat jadi aksen. Kalo nggak nti pada rebutan atensi si warna-warna ini. Resiko galau.

Closing

Pengetahuan yang gini2 kan itungannya skill, jadi you mesti latihan sering2 sampe “AHA!” momennya dapet secara konsisten. Jadi latihannya coba bikin foto menurut skema warna pilihanmu. Sampe bisa bikin skema on-the-fly. Jadi pas nanti di lapangan udah kurang 1 bingungnya, lo udah gak takut sama kombinasi warna. Kalo udah begitu, bisa dong manfaatin yang ada dilapangan atau lebih bagus kalo sampe bisa nyiapin yang kudu ada dilapangan.

Masi ada lagi beberapa color scheme. Gak dimasukin soalnya gak umum dan perlu atensi khusus dalam pemilihan warna. You’ll get there eventually. Jangan sampe mukul belom bisa, udah mau belajar terbang (analogi felem silat).

Next post kita bicara soal HUE, saturation sama Lightness (luminance). See you!

Resources

Advertisements

One thought on “PPW part 2 – Color Harmony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s