PPW part 1 – Panduan Perihal Warna

Intro

Postingan kali ini, Ik bakal ngomongin soal warna. Kalo bahas kulit2 aja gak asik yak, tp kalo dipretelin kepanjangan dan somewhat phylosophical. Gua males masuk2 ranah filosofi, selain banyak banget yang harus dibahas, maknanya bisa macem2 dan prone to unecessary arguments. Lagian kalo lo emang tertarik sama yang gini2 mending sekolah aja yg bener sekalian. However, I’ll try to make such article di masa mendatang.

Diluar masalah filosofi ini, masi banyak lagi topik teknis, jadi I coba pecah jadi beberapa bagian. Biar lebih manageable dan gak cape bacanya.

Serial post ini akan ngebahas:

  • Warna
  • Color Wheel
  • Color Harmonies
  • HSL

di bagian 1 ini kita ngobrolin secara general banget soal warna, bagaimana hal-hal diatas itu berhubungan. Ada teori-teori dasar, sambil diselipin practical aplicationnya. Teori boring? Ember, tapi sebagai anak sekolah, it’s a good practice untuk tau dasarnya dulu, baru dikonek ke peng-aplikasi-annya (is this a proper word?).

Buat apa sih belajar warna?

Kita belajar warna karena sebagai seniman (pelukis, Graphic design, web designer, fotografer, interior designer, arsitek, dll), we deal with shapes, value, edges, and COLOR. In varying degrees of course. Ini apaan lagi? Shape: bentuk dari objek, Value: terang gelap objek tersebut, Edges: pertemuan antar objek-objek dalam sebuah karya seni, color: warna. 4 hal itu yang bikin sebuah karya seni. Gimana gimana? Eaaaaa, this is why we need to set boundaries untuk tiap topik pembelajaran.

Nah diingetin lagi, kali ini Ik cuma ngomong bagian colornya aja.

Warna?

Sebagai seniman, kita udah gak boleh bingung sama namanya Hue, Saturation, and Lightness (HSL). Semua warna itu terdiri dari HSL ini. Kalo di photoshop/lightroom namanya lightness namanya luminance)

Hue: Warna basicnya (warna apa?)

Saturation: Intensitas warna (berapa kereng warnanya)

Luminance: berapa terang warna tersebut (terang-gelap).

gabungin 3 hal itu kita jadi punya yang namanya merah ke-oren-orenan (vermilion), Biru muda pastel rada ijo (robin blue), ijo rua rada coklat (olive green), oren rada kuning (citrus orange), dll.

Ketika yu mau bikin / ngerubah warna. kalo udah ngerti HSL, mestinya bisa langsung pilih mau warna apa, and you kinda know what to do untuk dapet warna yang you mau.

We be discussing HSL ini secara lebih dalem di bagian 3.

Color Wheel & Color Harmonies

Color wheel ini adalah sistem pengorganisasian ilustratif dari semua warna yang ada. Tujuannya adalah supaya mempermudah dalam mencampur warna. Jaman dulu adannya pelukis. Mereka kudu ngaduk warna sendiri. soalnya produsen cat (dulu) cuma produksi warna2 primer.

Color wheel terdiri dari 3 warna primer, 3 warna sekunder, dan 6 warna tertier. disebut juga sebagai 12 major colors. Warna sekunder dihasilkan dari pencampuran warna2 primer. Warna tertier dihasilkan dari pencampuran warna sekunder dan primer.

Karena bentuknya lingkaran, penempatannya pake derajat. dan dimasukan lagi warna2 campuran antara 12 warna itu sampe jadi lingkaran. So in theory, setiap 30 derajat ketemu warna major.

Color wheel 2 dimensi cuma cover HUE dan saturation aja. Lightnessnya dihandle pake pencampuran warna hitam/putih (ada inget kata value dari paragraf awal?). Jadi kalo mo pake model yang lebih representatif bisa pake yang 3 dimensi. (cuma gak cantik aja bentuknya) Don’t get confused ya/

Warm Colors VS Cool Colors

Sambil di topik color wheel, sekalian masukin suhu warna. ada 2 tipe, warna hangat dan warna dingin. Warna kok ya bisa hangat ato dingin… para seniman suka pake kata2 ini, maksudnya piye sih?

Ilustrasi Biar gak bingung

Warm Colors

Merah, oren, kuning, dan kombinasi antara 3 warna tersebut. seperti namanya, warna-warna ini akan mengingatkan yu akan hal2 yang hangat. seperti matahari dan panas.

Cool Colors

Warna – warna cool, disini artinya sejuk ya, bukan keren. terdiri dari biru, ungu, hijau, dan kombinasi antara 3 warna itu. Asosiasinya sama langit, air, es dan salju.

Disini pengaplikasiannya macem2. Pengalaman Ik ada di interior design sama fotografi, let’s do that

kalo di interior design, warm colors akan bikin ruangan lebih snug, lebih cozy dan sebaliknya kalo cool colors akan bikin ruangan kelihatan lebih “terbuka”.

Kalo di foto sama juga, cool colors bikin mood fotonya jauh, dingin, sendiri, dll. warm color bikin mood foto jadi lebih aproachable, and.. yaa hangat. In general, gua bilang warm tones bikin suasana lebih preferable for me. even if it’s cold.

Karena ada warm tones jadi gak keliatan dingin-dingin amat kan?

Neutral Colors

Apaan lagi neh? Terjemahannya: warna2 netral, warna2 macam ni gak punya asosiasi soal suhu. Hitam, putih, dan kombinasi antara kedua warna ini adalah warna2 netral. Kalo di foto. BW bikin audience terbebas dari distraksi warna dan bisa menikmati foto dengan rasa yang beda.

Okay, I know I sounded like talking nonsense. Ini yang gua bilang bagian filosofinya. Bikin pusing. Let me try to give examples ya.

3 similar photo with different color tones. How do you perceive the image? lebih gampang mana notice jari orang lain di foto-foto itu? I hope the examples bisa ngejelasin dirinya sendiri.

Lanjoet!!

Color Harmonies

Color harmony example
source: https://carto.com/help/building-maps/color-wheel/

Didasarkan dari konsep color wheel, didevelop teori lain yang namanya color harmony. Color harmony adalah teori dari pencampuran warna dimana hasilnya terlihat aesthetically pleasing. Kombinasi ini menghasilkan kontras dan kompabilitas yang menarik. Mangkanya disebut “harmoni”.

Keharmonisan ini adalah alasan kenapa superhero yang bisa berubah besar dan hijau, celananya warna ungu (di versi komik original), ato manusia laba laba seragamnya merah ama biru. I dare to say every color matching decision dasarnya yo harmoni ini. And this is why kita sebagai seniman kudu banget ngerti konsep warna.

We talk about color harmony lebih banyak di part 2 yak.

Closing

That’s it buat bagian 1, next part kita lanjut ngomongin color harmony. . Jangan lupa like and subscribe yaaaa. Cheers!

#themoreyouknow

Yang develop Color wheel pertama kali namanya Sir Isaac Newton. Dia nambahin theory ini di hasil riset deseu di 1704, judulnya Opticks. Dapet inspirasinya: observasi cahaya yang melewati prisma.

Traditionally, merah akan ditempatkan pada posisi 0 derajat pada color wheel.

Manusia cuma bisa melihat warna2 di frekuensi 400-700nm. That’s 7.000.000 colors (approx.).

Resources:

Advertisements

2 thoughts on “PPW part 1 – Panduan Perihal Warna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s